Kaki tangan model mbah Maridjan selalu melekat langsung pada bumi, sebaliknya kaki tangan anak terdidik generasi ilmu pengetahuan rasionalitas ini senantiasa bersih, hampir tak pernah bersentuhan dengan bumi baik sungguh-sunggu dalam pengertian yang sebenarnya maupun kiasan. Ada yang bertanya-tanya bahwa jangan-jangan ada kaitan antara hidup dengan kaki telanjang menyentuh bumi sering lebih terjaga kesehatannya.
Ia jarang terserang masuk angin, tubuh tetap bugar, sebagaimana kaum modern cenderung mudah terkena berbagai penyakit yang namanya canggih-canggih. Oleh karena itu ada kecenderungan para generasi terdidik diam-diam meniru dengan acara naik gunung ramai-ramai, sepeda santai. Meskipun gaya meng alamnya orang terdidik ini tetap saja kelihatan ‘palsunya’, seluruh tubuh, kaki, tangan terbungkus rapi, dengan berbagai busana serta peralatan yang mahal harganya. Sebaliknya naik turun gunung, bersepeda ngangkut hasil pertanian, pakaian kumal, kaki telanjang, namun tertutup rapat begitu masuk ‘wilayah’ orang pendidikan, atau masuk kota-kota, adalah ‘aslinya’ model hidup macam mbah Maridjan gunung itu. Dan itu bukan sekadar etalase kesederhanaan sebagaimana banyak ditampilkan oleh kaum terdidik umumnya.



